
“Kalau ada sentral informasi terpadu tentang pilkada, saya rasa kawan – kawan wartawan lebih mudah mengakses informasi untuk disampaikan ke publik dalam bentuk prodak jurnalistik. Artinya wartawan sebagai penyaji informasi publik mendapatkan bahan berita yang bisa dipertanggung jawabkan. Wartawan ini bisa membuat suhu politik bergejolak dan kondusif,” pungkasnya.
Bukan hanya soal mendapatkan informasi, Ardam juga memberikan masukan terkait anggaran publikasi tentang pilkada. Menurutnya kalau bisa anggaran publikasi disesuaikan dengan kondisi.