
Gayung bersambut ibu pemilik warung bertanya kepada pemuda itu” nak kamu memikirkan hal tersebut, sebenarnya ada apa?” Pemuda itu pun menjawab pertanyaan pemilik warung. ” Saya dulu dekat dengan seorang kepala daerah, nah disaat seseorang itu tidak menjabat kepala daerah lagi, yang bersangkutan minta tolong kepada bawahannya tempo hari. Namun saat dihubungi melalui telepon yang diminta tolong itu tak pernah angkat telepon, bahkan WA aja gak dibalas,”.
Ibu pemilik warung dengan nada sedikit sedih mengatakan” yah…. itu lah nak, disaat seseorang lagi menjabat kepala daerah, bawahan pasti siap pak. Namun sudah tidak menjabat lagi seperti kacang lupa kulit,”. Pemuda itu tertawa” ha ha ha benar sekali Bu, ternyata semua itu hanya kepentingan jabatan”. Beberapa menit kemudian tak terasa cairan kopi hitam di cangkir mau habis. Pemuda tersebut membayar minumannya. ” Terimakasih Bu sudah nyambung cerita singkat , ini uang kopinya saya permisi dulu Bu,”.