Keputusan Petani Lada, Benar atau Salah?

    Foto: Athiyyah Juniarti.

    Athiyyah Juniarti 

    Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung

     

    Lada ataupun merica ialah salah satu tipe tumbuhan rempah khas Indonesia yang banyak ditanam di Kepulauan Bangka Belitung, dimana daerah ini populer dengan produksi lada putihnya. Lada putih khas wilayah ini sudah bersertifikasi gejala geografis( IG) serta mempunyai tingkatan kepedasan yang besar antara 5%- 7%. Dari 38 provinsi di Indonesia, Bangka Belitung merupakan produsen lada terbesar sepanjang tahun 2020, yakni 33,8 ribu ton. Jumlah tersebut setara dengan 37,6% dari total produksi lada Indonesia pada 2020. Apalagi pada tahun 2014 daerah bangka Belitung mejadi penghasil lada putih terbanyak di dunia dengan mengendalikan 37%- 40% pasar lada global.

    Perihal ini membuat para petani Bangka Belitung berbondong- bondong buat menanam lada putih yang dimana hasil dari penjualan lada putih ini jadi sumbangsih yang cukup besar untuk pemasukan wilayah bangka Belitung. Semacam yang tercatat dalam BPS Provinsi Babel tahun 2021, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sanggup memproduksi lada tidak kurang dari 30. 000 ton per tahun. Dimana semenjak tahun 2019, Bangka Belitung sanggup memproduksi lada sampai 33. 457 ton. Pada 2020, produksi lada naik jadi 33. 921 ton.

    Namun, kenyataannya pada saat ini produksi lada putih di Bangka Belitung mengalami penurunan akibat berbagai faktor yang dialami para petani lada putih sehingga membuat mereka enggan untuk tetap menanam lada putih dan beralih dalam membudidayakan komoditas pertanian yang lain. Seperti pada kenyataan yang ada dilapangan terdapat penurunan pada produksi lada putih ditahun 2022 dengan rata-rata perhektare produksi panen hanya 1,39 ton dan tidak sebanyak total produksi panen pada tahun-tahun sebelumnya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook