
Biaya produksi lada putih kian meninggi disebabkan oleh banyaknya permintaan sehingga faktor-faktor produksi seperti pupuk, pestisida dan benih ikut meningkat sedangkan kegiatan budidaya terhambat oleh adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman hasil budidaya yang dimana keadaan ini tidak dapat memenuhi permintaan konsumen akibat kecacatan hasil produksi. Dimana hal ini menjadi salah satu alasan yang membuat petani merasa enggan untuk membudidayakan tanaman lada sebab bukannya mendapat keuntungan tapi malah merasa dirugikan akibat biaya produksi yang begitu tinggi dan tidak sepadan dengan harga jual yang rendah.
Perubahan iklim global
Usaha memproduksi lada tidak terlepas dari berbagai kendala, salah satunya adalah adanya perubahan iklim yang mempengaruhi kondisi lingkungan tempat tumbuh lada. Tanaman lada yang biasanya ditanam ketika musim hujan yaitu sekitar bulan februari sampai dengan bulan agustus, sekarang ini menjadi bulan mei sampai juli. Hal ini menyebabkan adanya perubahan dalam pengelolaan kebun lada. Selain itu terjadinya perubahan musim kemarau yang lebih panjang menyebabkan tanaman lada menjadi merana dan pertumbuhannya terhambat. Perubahan iklim yang terjadi, sangat mempengaruhi produksi lada. Lada menjadi rentan penyakit dan terhambat pertumbuhannya. Dengan demikian, petani mengalihkan kegiatan budidayanya terhadap komoditas lain yang tidak bergantung terhadap iklim dan cuaca seperti kelapa sawit.
Dari berbagai faktor yang telah dijabarkan diatas, wajar saja jika petani mengambil keputusan untuk mengurangi produksi lada putih dan beralih ke komoditas tanaman lain yang lebih menjanjikan dan menguntungkan. Namun, tidak ada salahnya jika petani tetap berupaya dan konsisten dalam melakukan budidaya lada putih sampai menemukan solusi dan jalan keluar dari kendala-kendala yang dihadapi saat ini, karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa lada putih merupakan salah satu ikon pertanian bagi wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah untuk dapat menstabilkan harga jual dari lada putih itu sendiri agar para petani tetap dan dapat kembali melakukan kegiatan budidaya tanaman lada putih seperti sedia kala.