
“Kalau dari data, 4 kecamatan selain Koba dan juga Pangkalan Baru paling 20 persen masyarakat yang melakukan screening HIV dan AIDs karena dianggap aib, ” lanjutnya.
Padahal, ia mengatakan seluruh pengobatan, konsultasi serta obat semua digratiskan oleh pemerintah. Termasuk seluruh data pasien dirahasiakan sesuai kode etik.
“Berobat, pemeriksaan, obatnya dan konsultasi gratis. Terus untuk yang sudah kena semua di rahasiakan. Jadi buat masyarakat juga jangan merasa terkucilkan dan jangan mengucilkan. Ini penyakit bukan aib. Sama-sama kita cegah dan sama-sama hentikan penularannya, ” tukasnya.