
“Kalau liat tren memang kasusnya cenderung naik dan yang kena ini laki-laki dan perempuan dengan kasus ditemukan terbanyak di Koba dan Pangkalan Baru, ” ucap Zaitun Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan di Koba, Rabu (6/8/2025).
Ia melanjutkan, Koba dan Pangkalan Baru menjadi yang terbanyak karena kesadaran masyarakatnya yang melakukan screening secara sadar setiap 6 bulan dibanding kecamatan lainnya.
“Koba dan Pangkalan Baru memang banyak kasus HIV AIDs karena banyak yang cek. Tapi kalau Lubuk, Sungai Selan, Simpang Katis dan Namang masih kurang kesadaran. Bisa jadi sebenarnya di kecamatan lain lebih banyak, ” tegasnya.