
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Jago desain dan sablon belum tentu cukup untuk membuat seseorang mampu bertahan sebagai pengusaha. Persoalan justru muncul ketika keterampilan sudah dimiliki, tetapi belum dibarengi kemampuan membaca pasar, menentukan harga hingga menjual produk.
Hal itu menjadi salah satu materi yang dibedah Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Firmansyah, saat menjadi pemateri Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 yang digelar LKP Dewantara Computer, Kamis (17/9/2026) di Berok.
Dalam kegiatan tersebut, Firmansyah membawakan materi bertema “Bisnis For Start Up” kepada puluhan peserta yang mengikuti pelatihan bidang Desain Grafis dan Sablon Digital.
“Anak-anak muda kita ini punya skill desain dan sablon yang luar biasa. Tapi skill tanpa mindset dan attitude bisnis yang benar, tidak akan jadi usaha yang berkelanjutan. Makanya hari ini kita bedah tuntas bagaimana membangun mindset pengusaha, bukan sekadar pekerja,” ujar Firmansyah.
Menurutnya, calon pengusaha pemula setidaknya harus memahami tiga hal, yakni mindset, attitude, dan model bisnis.
Pada aspek mindset, peserta didorong mengubah pola pikir dari takut gagal menjadi berani mencoba. Masalah yang ditemui dalam usaha juga harus dilihat sebagai peluang untuk menciptakan produk atau layanan.
Sementara dari sisi attitude, kedisiplinan, kejujuran, konsistensi dan kemampuan menjaga kualitas dinilai menjadi bagian penting dalam mempertahankan usaha.
Namun, keterampilan dan sikap tersebut tetap harus diterjemahkan ke dalam model bisnis yang jelas.
“Jangan cuma jago desain di laptop, tapi bingung jualnya ke mana. Kita ajarkan Business Model Canvas sederhana. Siapa customer-nya, value apa yang kita tawarkan, dan bagaimana uang itu masuk,” jelasnya.
Menurut Firmansyah, pemahaman tersebut penting agar peserta tidak berhenti sebagai orang yang hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga mengetahui bagaimana produk tersebut memiliki pasar.
Pelaksanaan PKW di LKP Dewantara Computer juga melibatkan dunia usaha melalui kemitraan dengan CV Falah Komputindo, CV Faza Utama dan Basmallah Production.
Firmansyah menilai kemitraan dengan dunia usaha dapat menjadi salah satu jembatan bagi peserta untuk mengenal kondisi bisnis secara langsung.
“Dengan bermitra bersama CV Falah Komputindo, CV Faza Utama dan Basmallah Production ini, peserta langsung punya link ke dunia usaha nyata, jadi setelah lulus PKW mereka tidak bingung lagi mau mulai dari mana,” katanya.
Program PKW 2026 LKP Dewantara Computer merupakan program Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Tahun ini, LKP Dewantara Computer membuka pelatihan keterampilan Desain Grafis dan Sablon Digital. Program tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan vokasi sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di Bangka Tengah.
Pimpinan LKP Dewantara Computer mengapresiasi kehadiran Firmansyah sebagai pemateri. Kehadiran praktisi sekaligus legislator tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta agar tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga serius mempersiapkan diri memasuki dunia usaha.
Bagi peserta, tantangannya bukan lagi sekadar bisa membuat desain atau mencetak produk, melainkan bagaimana keterampilan tersebut benar-benar berubah menjadi usaha yang mampu bertahan dan menghasilkan.