
Orang Nomor 1 di Bangka Tengah itu menekankan bahwa banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak justru terjadi di lingkungan terdekat. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk introspeksi diri dan memperbaiki pola pengasuhan dalam keluarga.
“Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Jika anak sudah merasa tidak nyaman di rumah, maka pasti ada sesuatu yang salah di dalamnya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak, termasuk memberikan edukasi sejak dini mengenai batasan-batasan perlindungan diri. Selain itu, ia mengajak para ayah untuk lebih terbuka dalam mengekspresikan kasih sayang kepada anak-anaknya.
Bupati juga menyinggung masih adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Bangka Tengah, bahkan melibatkan oknum tertentu. Hal ini, menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk dicegah.