
Langkah tersebut meliputi operasi pasar murah, kampanye diversifikasi pangan dan gerakan no food waste, business matching komoditas pangan, pengembangan Early Warning System (EWS), perluasan asuransi pertanian, penguatan sarana pascapanen, Kerja Sama Antar Daerah (KAD), fasilitasi distribusi pangan, hilirisasi pangan, evaluasi kebijakan pengendalian inflasi, hingga pelaporan aktivitas ekonomi melalui sistem Babel Ecository.
Sebagai tindak lanjut, Bank Indonesia juga memfasilitasi kerja sama antara Kabupaten Belitung Timur dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat pasokan pangan melalui skema Government to Government (G to G) dan Government to Business (G to B).
Tak hanya itu, sepanjang tahun ini Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga telah melaksanakan 65 kali Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan seluruh anggota TPID akan terus memperkuat sinergi melalui berbagai program nyata, mulai dari operasi pasar murah, kerja sama antar daerah, penguatan distribusi pangan hingga implementasi strategi 4K agar inflasi tetap terjaga,” kata Rommy.
Meski inflasi masih terkendali, Rommy mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan. Ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, hingga perubahan iklim masih berpotensi memengaruhi stabilitas harga pangan.