IKM Kurau Barat Mampu Hasilkan Miliaran Rupiah dalam Sebulan

    Foto: Ali Imron.(Erwin/Intrik.id)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Kurau Barat diklaim mampu menyerap ratusan tenaga kerja dan hasilkan omset jutaan hingga miliaran rupiah setiap bulannya.

    Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Bangka Tengah, Ali Imron, Rabu (11/5/2022).

    Ia menjelaskan berdasarkan data per Januari 2022, terdapat sebanyak 36 pelaku UMKM produk olahan ikan di Desa Kurau Barat dengan label/merek produk yang berbeda-beda.

    “Kalau kita lihat dari data tersebut, sudah ada sebanyak 240 tenaga kerja tetap dan 37 tenaga kerja tidak tetap yang sudah terserap,” ucap Ali.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Selain itu, jika ditotal-total, maka 36 sentra IKM produk olahan ikan tersebut bisa menghasilkan kapasitas produksi hingga 7,937 kilogram per bulan.

    “Jumlah tersebut adalah untuk bulan Januari kemarin dan itupun ada beberapa sentra IKM yang sempat tidak memproduksi produk olahan ikan,” ujarnya.

    Oleh karena itu, di bulan Mei ini, dapat dikatakan bahwa kapasitas produksi tersebut akan semakin bertambah setiap bulannya karena ada beberapa sentra IKM yang mampu memproduksi hingga ratusan bahkan ribuan kilogram per bulan.

    Diakuinya, dengan begitu maka otomatis perputaran ekonomi dan jumlah uang yang beredar di Desa Kurau Barat juga akan terus bertambah setiap bulannya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kalau untuk bulan Januari lalu, omzet perbulan dari 36 sentra IKM itu mencapai Rp700 juta lebih. Berarti kalau sampai bulan sekarang, paling tidak jumlahnya pasti Rp1 miliar ke atas,” ujarnya.

    Meski demikian, saat ini produksi produk olahan ikan tersebut sedikit terkendala karena kurangnya ikan ciu dan ikan kepetek yang menjadi bahan baku olahan.

    “Jadi faktor yang mempengaruhi sulitnya mendapatkan ikan tersebut adalah karena faktor cuaca. Selain itu, para pelaku IKM di sini juga tidak mau ngambil ikan dari luar, karena dinilai akan mempengaruhi cita rasa,” pungkasnya.

    Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah memberikan bantuan fasilitas produksi berupa freezer agar bahan baku ikan tersebut dapat bertahan lebih lama terutama ketika ikan susah untuk didapat.

    Laporan wartawan intrik.id/Erwin

    Mungkin Suka Ini juga:
    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Berawal dari Rumah, Rizky Parfume Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

    Berawal dari Rumah, Rizky Parfume Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM