Identitas yang Dinamis dan Resistensi Ala Homi K. Bhabha

    Izcha Pricispa

    Oleh: Izcha Pricispa

    Mahasiswa Sosiologi Universitas Bangka Belitung

     

    Kita suka berfikir untuk memaknai identitas hanya dengan sebuah nama atau suatu bentuk totalitas terhadap identitas itu sendiri, misalnya seperti yang tertera pada KTP. Tubuh kita seolah-olah diidentifikasikan dan pada akhirnya menjadi suatu kemutlakan yang tidak dapat berubah. Apakah realitas terbentuknya identias demikian? Dengan meminjam pemikiran Homi K Bhabha tentang teori identitasnya, penulis akan memberikan perspektif terkait dengan bagaimana identitas masyarakat terbentuk secara dinamis.

    Homi K. Bhaba merupakan seorang ahli teori sastra dan sejarawan. Bhaba terkenal dengan kajiannya terkait dengan poskolonialisme. Bhaba merupakan seorang Derridean sehingga kajiannya dipengaruhi oleh para pemikir strukturalis seperti Jecques Derrida dan Michael Foucault. Kajian postkolonial bersifat dekonstruktif yang dalam hal ini, pemikirannya akan melampaui pemikiran mainstream dan reguler. Poskolonialisme sendiri menempatkan dekonstruksi sebagai kritikan dalam pandangan kolonialisme dan pendekatan ini akan membalikkan hierarki yang ada supaya dapat membangun serta menggantikan kembali apa yang telah tertulis (Sarup, 2004)

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook