
“Mungkin banyak pihak tidak menyadari bahwa politik identitas dalam politik electoral akan berdampak pada aspek kehidupan lainnya, ia akan bergeser dari produk politik menjadi produk keseharian dan pada titik ini kita menyadari bahwa politisasi identitas bersifat destruktif,” kata dia.
“Saya ingin sekali mengajak kita semua untuk memahami setiap proses politik baik electoral maupun non elektrolit secara objektif,” tambahnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengapresiasi semangat Ibrahim dalam perjuangan menuntut ilmu.