
“Jadi dana perbaikan ini memang banyak dan kami butuh dukungan semua pihak karena Hutan Pelawan sudah jadi milik kita semua bukan hanya Desa Namang saja,” ungkapnya.
Zaiwan juga meminta maaf jika memang ada sarana dan prasarana yang sudah tidak terawat yang membuat Hutan Pelawan tak lagi semeriah dulu. Dirinya bersama pengelola akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat nama Hutan Pelawan kembali bersinar.
“Makasih untuk masukan, kritik dan saran yang diberikan. Kami sangat berharap kita bisa menjaga hutan pelawan bersama dan mengajak seluruhnya untuk membantu hutan pelawan karena ini milik kita semua, ” ujarnya.
Zaiwan juga mengungkapkan, akan bersurat ke pemerintah pusat agar anggaran pengembangan desa Namang bisa ditambah karena telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat ASEAN.