
“Maksud marwah HNSI Hilang ketidak harmonisan antar nelayan, ketidak harmonisan antar masyarakat pesisir. disini kami akan kembalikan marwah itu dengan berkumpulnya seluruh ormas dan organisasi pesisir, menyatukan presepsi berdaulat.salah satu strategi konsolidasi tokoh – tokoh masyarakat , ormas, organisasi pesisir,” jelasnya.
Pandangan dan pendapat soal keberadan DPC HNSI Bangka juga disampaikan pihak Himpunan Pengusaha Ikan Sungaliliat ( HPIS) Ali. Menurut Ali diusia 51 Tahun HNSI lebih agresif mendukung masyarakat nelayan.
“harapan kami sebagai pelaku HPIS terkait HNSI sekarang lebih agresif lagi mendukung masyarakt nelayan khususnya kabupaten bangka. Mendukung disini dalam bentuk fasilitasi bantuan dari pemerintah , laka laut. diusia tidak muda lagi ( 51 tahun – red ). kami ucapkan selamat ulang tahun kepada HNSI Musyawarah Nasional ( Munas ) Bogor hubungan HNSI sekarang dengan HPIS minim sekali tidak sesuai harapan , HNSI ini bapaknya nelayan maka hubungannya harus lebih harmonis lagi,” pinta Ali.
Bukan hanya dari kalangan HPIS, pendapat dan pandangan keberadan DPC HNSI Bangka disampaikan juga oleh Albar perwakilan dari Nelayan. Albar mengutarakan bahwa HNSI sekarang beda dengan HNSI Pertama.
“Kalau HNSI yang pertama dulu hubungan dengan nelayan cukup bagus, tapi HNSI sekarang kayak mati suri. Kalau dulu setiap tahun ada pesta nelayan kami fikir agenda tahunan akan berlanjut. Ternyata setelah ada pergantian ketua HNSI hilang,” paparnya.