
Baca juga: Spesifikasi Mobil Listrik Honda S7, SUV Futuristik dengan Performa Canggih
Mobil ini dirancang menggunakan arsitektur EV baru yang menggabungkan motor listrik dan inverter dalam modul e-axle ringkas. Teknologi ini bertujuan menghemat ruang sekaligus menurunkan bobot kendaraan untuk efisiensi energi. Honda juga mengklaim desain baterai baru mengurangi ketebalan casing hingga sekitar 6 persen dari kompetitor.
Walau belum ada pengumuman resmi terkait angka tenaga kudanya, namun pengujian prototipe menunjukkan akselerasi responsif dan distribusi bobot seimbang. Besar harapan, sistem “posture control” serta steer–by–wire bisa memberikan handling presisi tinggi. Kombinasi teknologi ini hadiruntuk menghadirkan pengalaman berkendara yang engaging sekaligus efisien.
Pengembangan sistem baterai Honda 0 Saloon berfokus pada fast charging dan daya tahan tinggi. Harapannya, baterai berkapasitas tinggi mampu menawarkan jarak tempuh panjang untuk mendukung mobilitas harian tanpa sering mengisi daya. Teknologi manajemen baterai juga bermaksud untuk meminimalkan degradasi setelah siklus pengisian berulang.
Honda bahkan menyiapkan ekosistem energi terintegrasi dengan jaringan pengisian luas. Targetnya, pengguna dapat mengakses lebih dari 100.000 stasiun pengisian di Amerika Utara hingga 2030 melalui kolaborasi jaringan charging. Strategi ini juga kian memperkuat visi mobil listrik sebagai solusi mobilitas bebas emisi yang praktis digunakan.
Baca juga: Triumph Scrambler 400X Resmi Debut di IIMS 2026, Siap Touring dan Light Off-Road
Harga 0 Saloon kemungkinan besar mulai berada di kisaran 50.000 dolar AS atau setara kisaran Rp780 jutaan tergantung kurs. Bandrol ini menempatkannya di segmen sedan listrik premium namun masih kompetitif daripada rivalnya seperti Tesla, BMW, dan Mercedes-Benz. Honda kemungkinan juga tetap mempertahankan nilai harga yang rasional agar menjangkau lebih banyak konsumen.