HIV/AIDS di Bangka Tengah Meningkat, Koba Penyumbang Terbanyak

    Kepala Dinas yang berdomisili di Berok itu menegaskan, seluruh proses skrining dan pengobatan HIV/AIDS bisa dilakukan di puskesmas terdekat tanpa biaya dan ditangan dengan teknis petugas kesehatan dengan baik serta memadai.

    “Penangan HIV di Bangka Tengah masih jadi program prioritas kita. Terbukti dengan kami selalu mengedukasi masyarakat menggunakan media informasi dari sosial ataupun media masa,” ujarnya.

    Saat ditanya kendala, Kepala Dinkes itu menyatakan, jika skirining HIV/AIDS sulit dilakukan lantaran banyak yang mengira jika tetkena penyakit tersebut akan didiskriminasi dan dikucilkan sebagai aib. Beberapa orang bahkan tidak siap dengan hasil skrining HIV/AIDS.

    “Stigma masyarakat ini buat penderita HIV/AIDS susah. Termasuk masyarakat jadi takut. Harusnya kita saling dukung dan bantu. Kita harus sdara, jangan sampai penyakit ini menular ke anak dan istri kita. Bahkan orang terdekat kita lainnya. Makannya mati skrining HIV/AIDS, ” tuturnya.

    Pages: 1 2 3Show All
    Tagged with:
    AIDSHIV
      Ikuti kami di Facebook