
Dirinya menegaskan, Virus HIV/AIDS adalah fenomena gunung es. Yang artinya jika masyarakat belum sadar kesehatan dan tidak melakukan skrining awal, maka akan banyak oramg-orang terjangkit virus tersebut.
“Gejala HIV/AIDS ini gak signifikan langsung ada. Tapi bertahap. Cuma kadang orang gak tau. Dia udah terkena, terus melakukan hubungan suami istri. Mending istri 1 , kalau 3 gimana. Terus ada anak anaknya kena juga. Padahal skrining awal bisa mencegah penularan. Dan kalau konsultasi awal HIV/AIDS bisa kita tidak turunkan kepada anak dalam kandungan, ” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, kecamatan yang sedikit ditemukan kasus HIV/AIDS bukan berarti kecamatannya aman atau baik. Hanya saja, belum dilakukan skrining menyeluruh karena kesadaran masyarakatnya kurang.
“Kita gak bisa memaksa orang untuk lakukan sktining. Makannya itu harus dilakukan secara sukarela. Kita gak bisa judge daerah ini baik atau buruk hanya kares kasus HIV/AIDS. Jadi tidak bisa patokan itu dan tidak bisa patokan kasus HIV. Semua daerah bagus, baik dan juga pastinya gak ada yang mau sakit, ” ungkapnya.