
Meskipun hanya bisa diatur secara tilt (naik-turun), setirnya tetap nyaman digenggam dan memberikan rasa kontrol yang baik selama perjalanan.
Namun, satu hal yang mungkin sedikit mengganggu adalah ketidakmampuan setir untuk diatur secara teleskopik (maju-mundur), yang dapat membuat pengaturan posisi mengemudi kurang fleksibel bagi sebagian orang.
Haval Jolion Ultra HEV menawarkan tiga pilihan mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi: Light, Comfort, dan Sport. Masing-masing mode menawarkan karakter berkendara yang berbeda, memberi keleluasaan bagi pengemudi untuk memilih performa sesuai dengan kondisi jalan atau selera berkendara.
Saat digunakan untuk perjalanan dalam kota, mode Comfort merupakan pilihan yang paling sering digunakan. Mobil ini tetap memberikan kenyamanan maksimal dengan konsumsi bahan bakar yang efisien dan tarikan mesin yang cukup responsif, meski suspensinya terasa sedikit lebih kaku dibandingkan mode lain.
Namun, meskipun demikian, suspensi tersebut tetap memberikan kenyamanan saat berkendara di jalanan lurus dan halus.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah sistem pengereman yang cukup sensitif pada Haval Jolion Ultra HEV. Bagi pengemudi yang baru pertama kali mencoba mobil ini, mungkin membutuhkan sedikit waktu untuk menyesuaikan diri dengan respons rem yang cepat.
Namun, hal ini sebanding dengan responsifnya handling mobil, yang memberikan rasa kendali yang baik, baik di jalanan lurus maupun berliku.
Salah satu catatan positif utama pada Haval Jolion Ultra HEV adalah transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT)-nya yang sangat halus. Perpindahan gigi dari posisi mundur (R) ke posisi drive (D) terasa cepat dan mulus, tanpa adanya gejala “jedug” yang mengganggu. Hal ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan dan minim gangguan.