Hanya Islam Solusi Kekerasan Seksual Anak

    Rika Rizana, S.E

    Beberapa bulan terakhir ini, kita dibuat tercengang dengan maraknya kasus kekerasan seksual terutama yang terjadi di Bangka Belitung khususnya di Bangka Tengah. Kasus ini seakan tiada putus putusnya, hampir setiap bulan kita mendapat kabar tentang pelecehan, pemerkosaan yang justru ini dilakukan oleh orang terdekat korban.

    Berdasarkan data dari UPTD PPA, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bangka Belitung selama 2023 mengalami peningkatan, khususnya di kota pangkal pinang.

    Kekerasan seksual ini korbannya rata-rata anak di bawah umur. Pelakunyapun mayoritas dilakukan orang terdekat korban, tegas Nadya (kasi pelayanan pengaduan, Informasi dan kerjasama UPTD PPA Babel). (detik sumbagsel,11/10/23)

    Juga, selama tahun 2023, komnas PA (Komisi Nasional Perlindungan Anak) telah menerima 2.739 laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

    Sebagian besar pelakunya 52% adalah orang terdekat dalam lingkup keluarga seperti ayah kandung, ayah tiri, kakek, kakak korban, paman, teman dekat (31 /7).

    Bahkan, Staf ahli menteri bidang pembangunan keluarga (kemen) PPPA, Indra Gunawan mengatakan bahwa mencegah terjadinya kekerasan seksual dapat dimulai dari keluarga. (IDN Times, 26-8-2023)

    Selain itu langkah yang dilakukan dengan pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, dengan meningkatkan kepedulian masyarakat melalui lembaga peduli anak di masyarakat (PATBM), forum anak, satgas PPA, Puspa dan lembaga peduli anak lainnya.

    Hal ini senada yang dilakukan di daerah termasuk yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DPPKBP3A) Bangka Tengah, (kamis/21/9/2023), yaitu dengan mengundang sebanyak 40 orang peserta dari Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) untuk ikut pelatihan penyedia layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus.

    Permasalahan sistem yang mengatur

    Kekerasan seksual ini terjadi dikarenakan pola pikir liberal (serba bebas) tanpa ada aturan, termasuk masalah pergaulan, pergaulan yang serba bebas saat ini tidak hanya terjadi pada kalangan remaja saja namun juga mencakup yang dewasa bahkan yang sudah uzur sekalipun. Kebebasan berperilaku, dalam mengekspresikan perasaan suka, marah , benci tanpa ada standar yang jelas. Semuanya itu dikembalikan kepada individu. Sehingga benar dan salah pun berdasarkan pada akal pikiran, perasaan bahkan kepentingan individu/manusia.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook