
“Kalau di Koba penyuluhnya dua orang karena memang notaben daerah berhubungan dengan nelayan dan produk perikanan. Kalau Pangkalan Baru cuma satu, terus Sungai Selan dua, Simpang Katis juga satu, sisanya menyebar. Namun intinya semua penyuluh saling cover karena jumlah desa kita yang banyak,” ungkap Imam.
“Intinya kalau ada satu daerah punya potensi dan produk perikanan yang banyak kami tempatkan penyuluh lebih banyak sesuai skala prioritas,” sambungnya.