
“Ini sangat seru sekali, karena ini ilmu yang sangat mahal yang saya dapatkan karena belum pernah sama sekali. Dari hari pertama kita diajarkan pembuatan mal, pencatingan, pencetakan, pencelupan hingga pewarnaan alami menggunakan daun-daun yang ada di kebun. Ada batik tulis, celup dan ecoprint,” katanya.
Menurutnya, pelatihan ini sangat menarik bagi dirinya karena ada banyak hal yang baru. Dirinya berharap pelatihan ini bisa terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu.
“Saya tertarik dengan pembuatan ecoprint, saya melanjutkan menggunakan teknik pemukulan dari daun-daun yang ada. Ini tidak hanya sampai di sini saja tapi bisa juga dikembangkan di rumah,” katanya.
Senada, dengan yang disampaikan Anggita Aditya menyatakan, pelatihan dari PT Timah Tbk ini bisa memberikan motivasi baginya untuk mengembangkan batik ecoprint, sehingga bisa menambah varian produk yang mereka hasilkan.
“Saya senang sekali dengan adanya pelatihan batik ecoprint ini, kedepanya mudah-mudahan saya bisa mengembangkan lagi dari segi ecoprint dan harapan kami semoga PT Timah terus bisa mensupport kami agar bisa terus berkembang,” ucapnya.
Dirinya akan mengembangkan dan mempraktikan kembali ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini, termasuk mengembangkan delapan motif khas Karimun seperti daun kundur.