
“Ketika tugas Rasullullah membersihkan nafs (membersihkan jiwa), maka guru juga berperan penting. Tentu yang mempunyai jiwa yang tenang, sprit dan bersih adalah yang dibutuhkan seorang guru. Agar dalam memberikan pelajaran kepada peserta didik mampu membuahkan dan menciptakan generasi yang peka dan mudah menerima ilmu yang ditransfer dari guru karena memiliki jiwa yang bersih,” ucapnya.
“Perang terhadap nafsu lebih berat daripada kepada musuh yang nyata karena kita ada kemungkinan menang melawan karena bisa sama-sama menggunakan senjata,” lanjutnya.
Ali berharap, dari kegiatan ini mampu memberi angin seger kepada guru untuk membangun kembali iktiqad dan komitmen dalam berdistribusi terhadap dunia pendidikan serta mengingat kembali tujuan pendidikan bagi masyarakat.