
Diungkapkannya, Bangka Tengah yang memiliki garis pantai ± 195 KM, 23 desa pesisir, serta memiliki jumlah nelayan ± 3.588, inovasi SIDOLPIN ini sangat cocok sehingga dikembangkan dalam upaya untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan.
“Ini adalah upaya yang kita lakukan agar masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai nelayan agar meningkatnya efisiensi dalam menangkap ikan juga peningkatan perekonomian yang berujung meningkatnya kesejahteraan,” tutur Algafry.
Bahkan, berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa nelayan yang menggunakan SIDOLPIN, hasil produksi perikanan tangkap mengalami meningkatan sebesar 10,34 persen serta menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 41,06 persen.