
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Solidaritas masyarakat Bangka Tengah untuk korban bencana di NTT Flores diwujudkan melalui aksi nyata. Gerakan Pemuda Peduli berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp4.077.000 dalam kegiatan galang dana yang digelar di Event Kobalorasi pada 21–22 Agustus 2026.
Dana tersebut selanjutnya diserahkan kepada LAZISMU Bangka Tengah untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT Flores.
Penyaluran melalui lembaga resmi tersebut dilakukan agar bantuan dapat terkoordinasi dengan baik. LAZISMU diketahui turut menghimpun bantuan dari jaringan LAZISMU di berbagai daerah di Indonesia untuk kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat.
Ketua Koordinator Gerakan Pemuda Peduli, Riyan, mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat yang ikut menyisihkan sebagian rezekinya dalam aksi tersebut.
“Alhamdulillah, total dana yang berhasil kami kumpulkan sebesar Rp4.077.000. Ini adalah bukti bahwa semangat solidaritas pemuda dan masyarakat Bangka Tengah sangat luar biasa,” ujar Riyan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan bantuan mereka melalui Gerakan Pemuda Peduli.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui kami. Kami titipkan seluruh dana ini kepada LAZISMU Bangka Tengah agar dapat segera disalurkan. Semoga sedikit yang kami kumpulkan ini bisa meringankan beban saudara kita di NTT Flores,” katanya.
Menurut Riyan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan pengumpulan uang, tetapi menjadi bentuk empati pemuda Bangka Tengah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak berhenti memberikan perhatian kepada daerah terdampak bencana, baik melalui doa maupun bantuan yang disalurkan melalui lembaga terpercaya.
“Mari kita doakan saudara kita di NTT Flores agar diberi ketabahan dan kekuatan. Bagi masyarakat yang masih ingin membantu, salurkan melalui lembaga resmi seperti LAZISMU. Karena kepedulian sekecil apa pun sangat berarti bagi mereka,” ajaknya.
Gerakan Pemuda Peduli berharap aksi sosial tersebut dapat menjadi pemantik semangat gotong royong sekaligus memperkuat kepedulian sosial di kalangan generasi muda Bangka Tengah.
Bagi mereka, nilai sebuah bantuan bukan hanya terletak pada jumlahnya, tetapi pada keikhlasan dan kepedulian yang menyertainya.
“Semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua,” tutupnya.