Gaza dan Kelaparan yang Diciptakan

    Nurul Aryani.

    Kesatuan kaum muslimin dalam negara khilafah amat sangat mendesak. Sebab hanya negara khilafahlah yang mampu menyerukan tentara muslim seluruhnya untuk melaksanakan jihad fi sabilillah mengusir zionis penjajah.

    “Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya, ia harus bertanggung jawab atasnya.” (HR Muslim).

    Sungguh telah terbukti perlindungan negara Khilafah atas tanah Palestina. Ketika Theodor Herzl sang Bapak Zionisme berniat membeli tanah Palestina dengan tawaran yang fantastis kepada Khalifah Abdul Hamid II untuk membangun pemukiman Yahudi. Maka Khalifah Abdul Hamid menolaknya mentah-mentah. Khalifah sudah mencium keinginan Theodor untuk mendirikan negara yahudi. Theodor harus menelan ludah pahit sebab selama Kekhilafahan Islam eksis ia tidak sejengkalpun dapat memiliki tanah Palestina yang mulia.

    Namun apa yang terjadi pasca runtuhnya kekhilafahan Islam yang mulia pada 3 Maret 1924?. Zionis mendapatkan tanah Palestina melalui tangan kotor dan strategi licik Inggris. Dibantu Amerika melalui lembaga PBB zionis merebut tanah Palestina dan mengusir para penduduknya hingga saat ini. Demikianlah kondisi ketika dan setelah tiadanya Khilafah.

    Oleh karena itu zionis Israel sangat takut Khilafah tegak kembali. Hal ini akhirnya secara jujur keluar dari lisan Benjamin Netanyahu perdana menteri Israel yang mengatakan pada 23 April 2025 lalu: “Kami bertekad untuk membebaskan para tawanan dan kami tidak akan membiarkan berdirinya Khilafah Islam (Kekhalifahan) mana pun, baik di utara maupun di selatan, atau di tempat lain mana pun. Jika para ekstremis mengalahkan kami, dunia Barat akan menjadi target mereka berikutnya.”

    Jelaslah bahwa Khilafah telah menjadi mimpi buruk bagi Israel dan kroninya. Sebab dengan tegaknya khilafah maka akan berakhirlah mimpi mereka untuk menguasai Palestina.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook