
Penggemar horor merapat! Karena kali ini, kami akan membahas tentang game horor terseram sepanjang masa. Semua judul berikut ini pastinya dapat membuat jantung berdebar dan bulu kuduk berdiri.
Tak terasa kita telah memasuki bulan Desember, yang artinya ajang Halloween sudah dekat. Seperti yang kita tahu, event Halloween ini identik dengan hal-hal berbau mistis atau horor. Nah, bagi Anda yang mungkin gabut di rumah dan ingin merasakan sensasi mencekam bulan Halloween, daftar ini akan cocok untuk Anda.
Baca juga: Wow, Netflix Bakal Buat Game AAA Untuk PC Jangan Sampai Ketinggalan
Karena seperti judul artikel ini, kami akan membahas tentang game-game horor yang akan membuat bulu kuduk Anda berdiri.
Tanpa basa-basi lebih lanjut, berikut adalah game horor terseram sepanjang masa.
Siapa sih yang tidak kenal dengan Outlast? Meski sudah berumur sekitar 9 tahun, game horor besutan Red Barrels ini masih sangat bisa membuat Anda bermimpi buruk. Dan bagi Anda yang sering menutupi ketakutan Anda dengan kedok “PC-ku kentang”, Outlast seri pertama ini dapat berjalan dengan mulus di PC low-end sekalipun.
Di Outlast, Anda akan menjadi seorang jurnalis kepo bernama Miles Upshur. Sebagai jurnalis tersebut, Anda mendapat informasi tentang sebuah rumah sakit jiwa terbengkalai yang dibuka kembali oleh organisasi bernama Murkoff Corporation. Anehnya, rumah sakit jiwa itu beroperasi dalam kerahasiaan yang super ketat.
Berjiwa pernasaran, Anda akhirnya menerobos masuk ke dalam rumah sakit jiwa itu. Naasnya, ternyata di sana terdapat makhluk-makhluk mengerikan hasil percobaan yang tidak segan untuk mencabik-cabik siapa pun yang mendekat. Nah, tentu saja, Anda diharuskan bertahan hidup, kabur dari rumah sakit jiwa itu, dan melaporkan pada dunia apa yang Anda temukan.
Tidak kalah seram dari Outlast, Fatal Frame II: Crimson Butterfly ini terbit pada 2003 untuk PlayStation 2 dan Xbox. Meski menjadi game jadul, sekuel dari Fatal Frame ini masih dianggap sebagai salah satu game terseram sepanjang masa. Menurut wikipedia, sebagian pemain bahkan terlalu takut untuk menyelesaikan cerita dari game besutan Tecmo ini.