
BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Sejumlah Tambang Inkonvensional ( TI ) jenis rajuk beroperasi di dalam Alur Muara Jelitik, Kegiatan penambangan timah tersebut mendapat tanggapan dari Forum Masyarakat Pesisir dan Sekitarnya ( Formanpis). Dalam rilis resmi Formanpis disampaikan kepada redaksi INTRIK.ID Kamis ( 5/2/2026) beberapa penilaian mendasar agar aktivitas penambangan itu ditertibkan.
Ketua Formanpis Heri mengatakan aktivitas TI didalam Alur Muara Air Kantung berpotensi mengganggu keluar masuk kapal nelayan. Keberadaan sejumlah ponton TI rajuk makin memperparah pendangkalan alur muara.
“Alur Muara Air kantung kita ketahui bersama satu – satunya alur muara keluar masuk kapal nelayan khususnya nelayan Sungailiat. Sekarang masih mengalami pendangkalan maka dari itu kami berharap kepada pihak terkait untuk menertibkan ponton yang bekerja di bibir maupun di dalam alur tersebut,mengapa? Jika ada kegiatan ponton bekerja di dalam akan memicu pendangkalan permanen,” jelasnya.
Orang nomor satu di jajaran pengurus Formanpis itu menegaskan, kalau sudah diterbitkan jangan ada lagi aktivitas ponton rajuk di dalam Alur Muara Air Kantung.
“Terlepas di area tersebut ada IUP atau pun tidak sekiranya jangan ada kegiatan aktivitas penambangan timah dalam Alur Muara Air Kantung. Nelayan berharap agar pol air ,dan pihak terkait agar mencegah serta melarang kegiatan penambangan timah di area tersebut. Kalaupun tidak dihiraukan Formanpis akan buat laporan resmi,” ungkap Heri.
Keberadaan sejumlah ponton TI rajuk beroperasi di dalam Alur Muara Air Kantung Sungailiat juga di respon pelaku usaha perikanan Albar. Menurutnya muara akan bertambah dangkal berdampak pada terganggunya keluar masuk kapal nelayan.
“Kemarin ( Selasa 4 /2/2026) tim Pol Air Polres Bangka sudah memberi himbauan kepada para penambang agar tidak berkerja lagi di dalam Alur Muara Air Kantung. Saya berharap agar penambang juga menghargai apa yang sudah disampaikan pihak Pol Air. Bagi kami jika Alur Muara semangkin dangkal sampai kedalam alur , kapal nelayan akan sulit keluar masuk
Bayangkan kalau mau bongkar ikan kalau tidak ke pelabuhan Tuing ke Pangkalan Balam Pangkalpinang akan menambah biaya dan memakan waktu,” tutupnya.
Sumber: Formanpis