
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menargetkan sedikitnya 3.000 wisatawan akan menghadiri Festival Pasir Padi VII yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 21 Juni 2026 di kawasan Pantai Pasir Padi.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizani, mengatakan Festival Pasir Padi merupakan event berskala nasional yang menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata Kota Pangkalpinang. Selain menghadirkan berbagai hiburan dan atraksi budaya, festival ini juga menjadi sarana promosi wisata daerah kepada masyarakat luas.
Menurut Yan, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menghibur pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, mulai dari pertunjukan seni budaya, lomba-lomba tradisional, hiburan rakyat, hingga penampilan barongsai.
“Kami menargetkan sekitar 3.000 pengunjung selama pelaksanaan Festival Pasir Padi VII. Karena waktu persiapannya cukup singkat, kami juga berharap dukungan dari rekan-rekan media untuk bersama-sama mempromosikan kegiatan ini agar gaungnya semakin luas,” ujar Yan Rizani.
Ia menjelaskan, dari seluruh rangkaian kegiatan yang akan digelar, tradisi Peh Cun tetap menjadi daya tarik utama yang akan dipromosikan hingga tingkat nasional.
Tradisi yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Tionghoa di Bangka Belitung tersebut dinilai memiliki nilai sejarah, budaya, dan pariwisata yang kuat sehingga layak menjadi ikon utama festival tahun ini.
“Banyak kegiatan yang kami siapkan selama festival berlangsung, namun yang menjadi ikon utama dan akan kami sounding ke tingkat nasional adalah tradisi Peh Cun. Sementara kegiatan lainnya merupakan pendukung untuk semakin memeriahkan festival,” katanya.
Menurut Yan, Festival Pasir Padi VII akan berlangsung dari pagi hingga malam hari dengan beragam atraksi yang diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk berkunjung ke Pangkalpinang.
Selain menonjolkan tradisi Peh Cun, panitia juga tengah mempersiapkan inovasi dalam kegiatan mendirikan telur yang selama ini identik dengan perayaan Peh Cun.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya lebih berorientasi pada jumlah telur yang berhasil didirikan, tahun ini konsep yang diusung akan lebih menitikberatkan pada kreativitas dan estetika formasi.
“Untuk kegiatan mendirikan telur masih akan kami koordinasikan lebih lanjut. Tahun ini bukan sekadar mengejar jumlah telur yang berdiri, tetapi bagaimana menghadirkan formasi yang terbaik dan menarik untuk disaksikan masyarakat,” jelasnya.
Yan menambahkan, kehadiran ribuan wisatawan selama Festival Pasir Padi VII diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Semakin banyak wisatawan yang datang, tentu akan semakin besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. Karena itu kami optimistis festival ini dapat menjadi salah satu penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Pangkalpinang,” pungkasnya.