Februari 2025, Bangka Belitung Alami Deflasi

    Caption: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy.

    Secara spasial, Kabupaten Belitung dan Kabupaten Bangka Barat mengalami deflasi secara bulanan. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Belitung sebesar 0,47% (mtm). Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi yaitu kangkung, bahan bakar rumah tangga dan cabai rawit. Sementara itu, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Belitung Timur mengalami inflasi secara bulanan. Inflasi terdalam terjadi di Kota Pangkalpinang sebesar 0,23% (mtm). Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yaitu angkutan udara, cumi-cumi dan wortel.

    Selanjutnya, secara tahunan Kabupaten Bangka Barat tercatat mengalami deflasi terdalam yakni sebesar 1,96% (yoy) dengan komoditas utama yang memberikan andil deflasi yaitu tarif listrik, beras dan jeruk. Selanjutnya, diikuti oleh Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang yang masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,64% (yoy) dan 0,34% (yoy). Sementara itu, Kabupaten Belitung Timur mengalami inflasi secara tahunan sebesar 0,61% (yoy). Adapun komoditas utama yang memberikan andil inflasi yaitu emas perhiasan, akademi/perguruan tinggi dan cumi-cumi.

    Rommy menambahkan Bank Indonesia bersinergi dengan TPID dan mitra strategis lainnya terus berkomitmen untuk menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil serta turut mendukung 3 (tiga) langkah strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi yaitu (i) menjaga inflasi 2025 pada kisaran sasaran nasional 2,5±1% dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi, (ii) menjaga inflasi harga bergejolak dalam kisaran 3,0-5,0% dan (iii) memperkuat koordinasi pusat dan daerah dengan penyusunan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025-2027. Kerangka kebijakan 4K dalam pengendalian inflasi yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif akan terus diperkuat.

    Dalam rangka mendukung keterjangkauan harga bahan pokok khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri, telah dilaksanakan sidak di Pasar Pagi Kampung Melayu dan CV Selamat Jaya pada tanggal 27 Februari 2025 yang dipimpin oleh Pj. Gubernur dan Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Selain itu, sidak pasar juga dilakukan di daerah lainnya yaitu di Kabupaten Bangka pada tanggal 7 Februari 2025 dan 25 Februari 2025 dan Kabupaten Bangka Barat pada tanggal 28 Februari 2025. Selain itu, Bank Indonesia juga mendukung penyelenggaraan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diorkestrasi oleh dinas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya, juga dilakukan pemantauan perkembangan harga secara berkala melaui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dapat dimanfaatkan dalam memonitor perkembangan harga pangan secara realtime.

    Dalam rangka menjaga ketersedian pasokan, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Daerah telah melaksanakan 9 (sembilan) kali kegiatan operasi pasar murah/operasi pasar pangan murah, 4 (empat) kali kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan 1 (satu) kali kegiatan pasar tani selama bulan Februari 2025 yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Di samping itu, Bulog juga telah mendistribusikan beras SPHP bekerja sama dengan 8 (delapan) toko ritel modern dan 25 toko pengecer di Pulau Bangka dan bekerja sama dengan 286 toko pengecer di Pulau Belitung.

    TPID terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai inisiatif kegiatan a.l panen ikan air tawar yang merupakan program smart farming di Pokdakan Pinang Raya Kabupaten Bangka Tengah dengan total panen yaitu 3 ton ikan patin dan ikan nila, panen bawang merah di Kelompok Tani Timur Makmur Desa Air Mesu Timur Pangkalan Baru dengan luas lahan panen bawang merah mencapai 0,5 ha dan diperkirakan akan panen sebanyak 3 ton (kering) bawang merah, perluasan lahan tanam cabai di Bangka Selatan dengan potensi luas lahan mencapai 60.000 m2, produksi olahan ikan di Poklahsar Ikan Asin di Desa Sukajaya Kabupaten Bangka Selatan, budi daya cabai merah sebanyak 3.500 pohon di Ponpes Quran Cahaya Rias Kabupaten Bangka Selatan dengan potensi panen mencapai 2 ton cabai merah dan produksi bawang merah oleh Asosiasi Usaha Tani Bawang Merah di Kabupaten Bangka Tengah.

    Pages: 1 2 3
    Mungkin Suka Ini juga:
    Harga Ayam di Babel 23 Persen Lebih Tinggi dari Acuan Bapanas

    Harga Ayam di Babel 23 Persen Lebih Tinggi dari Acuan Bapanas

    Tak Perlu Tebak-tebak Saham Hijau, BEI Hadirkan IDX Green Equity Designation

    Tak Perlu Tebak-tebak Saham Hijau, BEI Hadirkan IDX Green Equity Designation

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

      Ikuti kami di Facebook