Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia Memuluskan Agenda Penjajah

    Nurul Aryani

    “Pertanyaannya untuk apa Indonesia ikut-ikutan mendukung rencana Israel dan Amerika tersebut?” kata Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, dalam pernyataan yang dirilis di situs resmi organisasi itu.

    Di jagat maya, banyak warganet juga menduga rencana ini merupakan cara Prabowo untuk “melobi” Presiden Donald Trump setelah AS mengumumkan tarif resiprokal 32% untuk barang dari Indonesia.

    Trump memang menangguhkan keputusan tersebut, tapi Prabowo dianggap masih perlu menawarkan sesuatu kepada AS agar posisi Indonesia aman sampai keputusan benar-benar final. Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar, mengatakan Prabowo mengambil kesempatan ketika Israel dan AS “panik” karena mereka sudah melobi berbagai negara untuk menampung warga Gaza, tapi tak ada yang bersedia.

    “Prabowo melihat ini kesempatan bagaimana bernegosiasi dengan Trump dengan menjadikan Palestina sebagai instrumen, yaitu dia mau menerima pengungsi Palestina,” ujar penasihat The Indonesian Society for Middle East Studies itu kepada BBC News Indonesia. Smith menganggap Prabowo seharusnya mengambil langkah lain untuk bernegosiasi dengan Trump.

    Smith berkata, Indonesia sebenarnya punya daya tawar tinggi, apalagi dengan jumlah penduduk banyak dan letaknya wilayah yang strategis, dikelilingi perairan jalur perdagangan besar.

    “Ada banyak cara untuk negosiasi dengan AS, kenapa harus mempertaruhkan masa depan Palestina? Kenapa harus tunduk pada Trump?” ujar Smith. (Dilansir dari BBC Indonesia, 11 April 2025)

    Pemimpin Negeri Muslim Harusnya Menyambut Seruan Jihad

    Dilansir dari Middle East Eye, Senin (7/4/2025), Ali al-Qaradaghi, Sekretaris Jenderal International Union of Muslim Scholars (IUMS) mendesak semua negara Muslim untuk segera melakukan intervensi secara militer, ekonomi, dan politik guna menghentikan genosida dan penghancuran yang terjadi di Gaza. IUMS juga mengeluarkan fatwa kewajiban jihad untuk melawan Zionis Israel dan mengusirnya dari tanah Palestina.

    Inilah sesungguhnya solusi hakiki untuk penjajahan dan kekejaman zionis. Indonesia ssbagai negeri muslim terbesar kedua di dunia memiliki militer yang lebih dari mampu untuk berhadapan dengan zionis. Pemimpin Indonesia tidak mungkin tidak memahami bahwa akar masalah Palestina adalah pendudukan. Oleh sebab itu, sudah semestinya yang diusir adalah penjajah zionis bukan justru mengevakuasi warga Palestina yang akan mempermudah Amerika dan Israel menguasai jalur Gaza.

    Kewajiban jihad bagi tentara muslim termasuk yang di Indonesia adalah seruan dari Allah Swt. Mengabaikannya akan menuai dosa besar di yaumil akhir nanti. Allah Swt. Berfirman yang artinya: “Peranglah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, tetapi jangan melewati batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (TQS. Al-Baqoroh: 190).

    Degan demikian kewajiban penguasa muslim adalah mengirimkan tentara yang siap berjihad fi sabilillah untuk menegakkan perintah Allah. Inilah solusi hakiki atas perang dan genosida yang berkepanjangan ini.

    Ummat Muslim Harusnya Menolak Evakuasi Warga Palestina

    Jelaslah bahwa evakuasi warga Palestina hanyalah akal-akalan Amerika dan Zionis. Tanah yang ada penghuninya saja mereka jarah, mereka rampok dan rumahnya mereka robohkan. Tentu masih segar dalam ingatan kita peristiwa Nakba dimana 750.000 warga Palestina terusir dari tanah mereka pada 15 Mei 1948. Lagipula, solusi evakuasi sungguh tidak masuk akal. Analoginya saja, ketika ada rumah yang dirampok alih-alih menangkap perampok malah memberi solusi pemilik rumah untuk mengungsi.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook