
“Kita berharap kerajinan seperti kopiah resam, dambus, dan lainnya semakin maju sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bangka Tengah,” ucapnya.
Sementara itu, Eva Fidia Lestari menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar prosesi seremonial.
“Lebih dari itu, ini adalah amanah dan tanggung jawab besar yang berada di pundak saya. Ini merupakan panggilan untuk mengabdi demi masa depan generasi Bangka Tengah serta mengembangkan usaha kerajinan lokal,” ujarnya.
Eva meminta dukungan semua pihak untuk mendorong PAUD Holistik Integratif, menyukseskan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, wajib belajar 13 tahun (1 tahun pra-SD), serta fokus pada pencegahan stunting.
“Di tangan kitalah harapan untuk mencetak generasi unggul, sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter mulia dimulai,” pungkasnya.