
“Koar-koarnya (anggota DPRD) pas udah rame aja. Kenapa kemaren pas ada sosialisasi gak datang kesini dan bantu kami bersuara,” ucapnya kepada intrik.id, Kamis (14/9/2023).
Ilya melanjutkan, penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran akan dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh proyek tersebut, terutama terkait polusi air dan udara. Selain itu, warga juga merasa bahwa pendapatan dan pendidikan masyarakat setempat belum menjadi prioritas yang diperjuangkan oleh para wakil rakyat.
“Kami hidup dari pesisir, tapi laut dan lingkungan kami mau dihancurkan. Terus infrastruktur disini pun tidak diperhatikan. Kan gak sesuai dengan kinerja. Kami cuma dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi saja, kalau seperti ini untuk apa kami memilih wakil kami tapi waktu ditindas semua bungkam,” tandasnya.
Ditempat lain, warga lainnya, Maradi (45) mengatakan bahwa warga desa Batu Beriga menunjukkan keinginan untuk membangun gerakan yang lebih besar untuk mendukung penolakan terhadap proyek PIP. Mereka berencana untuk terus menyuarakan keberatan mereka dan berharap dapat memperoleh dukungan dari masyarakat lebih luas.