
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dirinya meminta masyarakat agar waspada terhadap kondisi cuaca saat ini, terutama saat cuaca panas yang kemudian tiba-tiba menjadi berubah menjadi mendung.
“Bencana angin kencang ini sudah beberapa kali terjadi di Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Bangka Tengah. Maka dari itu, masyarakat juga harus sering mengecek prakiraan cuaca yang di share setiap hari oleh BMKG,” ucap Yudi.
Selain itu, saat peristiwa angin kencang ataupun angin puting beliung terjadi, masyarakat juga diimbau agar menjauhi bangunan rumah yang sekiranya dianggap kurang kokoh dan rentan ambruk.
“Perhatikan keamanan dan kekuatan rumah tempat tinggal agar merasa aman dan nyaman untuk di tinggali,” pungkasnya.
Dari 19 desa/kelurahan tersebut, diketahui bahwa ada sekitar 189 rumah warga yang mengalami kerusakan.
Jumlah tersebut terinci sebagai berikut:
1. Desa Air mesu timur: 24 rumah
2. Desa Air mesu barat: 34 rumah
3. Kelurahan Berok: 10 rumah
4. Desa Simpang Perlang: 3 rumah
5. Desa Kulur Ilir: 3 rumah
6. Desa Teru: 33 rumah