
Mantan sekertari Kominfo itu mengungkapkan, Sistem Manajemen Keamana Informasi pada Dindukcapil sangat penting untuk lebih mengetatatkan perlindungan data Kependudukan yang sangat sensitif dari ancaman Cyber, kebocoran dan penyalahgunaan yang berintegritas demi meningkatkan kepercayaan publik dengan sistem data terpusat atau disebut SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) terpusat.
“Jadi SMKI ini penting untuk lebih ketat dalam menjaga data penduduk kita. Apalagi sekarang semua data Pusat yang punya dan Dindukcapil daerah hanya meneruskan data tersebut lewat server ini. Jadi ini lebih ketat. Ibaratnya sistem keamanan yang berlapis. Artinya, walau server di daerah tersusupi, masih ada keamanan di pusat. Namun kebobolan tersebut sudah bisa kita putus dari server kita,” tegasnya.
Ia melanjutkan, standar ISO yang harus dipenuhi itu diantaranya ruangan ber AC, sirkulasi udara lancar, terpisah sendiri, minimal 2 Terabyte penyimpanan, memiliki sistem keamanan yang mutakhir seperti smart lock door(kunci pintu pintar) dengan penyediaan form persetujuan saat memasuki pintu tersebut.