
Menurutnya selain faktor hujan lebat, kondisi infrastruktur yang belum memadai memperparah luapan air ke pemukiman.
“Air dari jalan langsung masuk ke rumah-rumah warga karena di lingkungan RT 23 dan 24 tidak ada siring (saluran air). Selain itu, jalanan padat penduduk di sana masih berupa tanah puruh dan belum diaspal,” ungkap Yani Basaroni.
Kades yang biasa dipanggil Roni itu mengkhawatirkan jika hujan tidak kunjung reda, jumlah rumah yang terendam akan terus meningkat.