
Menurut Anggi Siahaan, cakupan program BERLIAN terus diperluas.
“Pada tahun 2025, program BERLIAN diperkuat melalui pengembangan budidaya ayam pedaging dan pembentukan bank sampah yang dikelola langsung oleh masyarakat,” katanya.
PT Timah juga menjalankan Program Menjaga Nusantara di Kabupaten Bangka Barat yang berfokus pada pemberdayaan kelompok rentan.
Program ini mencakup pengembangan UMKM, sekolah entrepreneur difabel, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Di sektor kelautan, perusahaan terus mengembangkan program Fishing Ground dan Coral Garden guna menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Tahun 2025, ratusan unit rumpon tambahan dipasang dalam program Fishing Ground untuk meningkatkan produktivitas tangkapan nelayan. Sementara program Coral Garden diperluas melalui pemasangan unit baru di kawasan Pulau Putri dan Laut Tuing.
Selain itu, perusahaan juga melanjutkan program budidaya bawang merah di Belitung Timur yang kini dikembangkan melalui diversifikasi tanaman jagung untuk memperkuat kemandirian petani lokal.
Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bahwa peran perusahaan tidak hanya sebatas aktivitas operasional, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pembangunan masyarakat.
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang berkelanjutan, PT Timah terus berupaya menciptakan dampak positif yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga lingkungan bagi generasi mendatang. (*)