
“Anggaran KONI Bateng hanya 300 juta ditengah persiapan pembinaan atlet dan Porprov VII, namun saya sampaikan kepada para Cabor untuk terus semangat dan berjuang walaupun ditengah kondisi yang sangat minim dan miris. Boleh dikatakan anggaran kita paling terkecil bila dibandingkan Kabupaten/Kota lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya.
Ia melanjutakan, dengan situasi dan kondisi yang penuh keterbatasan, dirinya meminta kepada jajaran pengurus KONI Bateng untuk terus bertahan, mengingat kemampuan anggaran yang hanya dapat bertahan hingga Juni 2025.
“Kita berharap olahraga di Kabupaten Bangka Tengah dapat menjadi atensi pemerintah yang telah mengharumkan nama daerah. Namun disisi lain segudang prestasi, jika tidak selaras dengan proses pembinaan serta minimnya dukungan anggaran, maka kita jangan berharap atau bermimpi atlet yang ada menjadi berkualitas,” tutupnya.