
Baca juga: Kopling Motor Listrik, Inovasi Baru Hadirkan Engine Brake dan Sensasi Berkendara Elektrifikasi
Sebelum ke tutorialnya, kita bahas terlebih dahulu apa itu bleeding rem. Pada dasarnya, bleeding adalah proses mengeluarkan udara yang terjebak di dalam sistem rem hidrolik. Dimana udara yang masuk ke sistem rem dapat menyebabkan tekanan hidrolik menjadi tidak maksimal. Akibatnya tuas rem terasa empuk atau dalam bengkel populer dengan istilah “masuk angin”.
Tujuan utama bleeding adalah mengembalikan tekanan hidrolik agar rem bisa bekerja sebaik mungkin. Dengan sistem yang bebas udara, dorongan dari master rem akan langsung ke kaliper. Hal tersebut memastikan kampas dapat menjepit cakram secara optimal. Bleeding sendiri biasanya berlangsung dalam beberapa kondisi, seperti:
Baca juga: Honda EV Outlier Concept Pamer Visi Motor Listrik Masa Depan di Japan Mobility Show
Cara bleeding rem motor tentu membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kesalahan kecil, seperti kehabisan minyak rem di master, justru bisa membuat udara kembali masuk ke sistem. Supaya tidak salah melakukannya, berikut ini langkah-langkah umum dalam proses bleeding rem motor.
Perlu menjadi catatan bahwa proses bleeding rem motor memang bisa memakan waktu cukup lama. Apalagi jika harus membongkar sistem rem secara menyeluruh. Bleeding yang lama ini biasa terjadi apabila perlu membuka master, selang, hingga kaliper rem. Hal itu mengingat proses menurunkan minyak dari master ke kaliper berjalan secara perlahan seiring dorongan piston. Tekanan yang mereka hasilkan tidak langsung besar. Alhasil minyak rem membutuhkan waktu untuk mengisi seluruh jalur hidrolik.