Cara Bleeding Rem Motor dan Dampaknya terhadap Performa serta Keselamatan Berkendara

    Baca juga: Kopling Motor Listrik, Inovasi Baru Hadirkan Engine Brake dan Sensasi Berkendara Elektrifikasi

    Cara Bleeding Rem Motor yang Benar dan Aman

    Sebelum ke tutorialnya, kita bahas terlebih dahulu apa itu bleeding rem. Pada dasarnya, bleeding adalah proses mengeluarkan udara yang terjebak di dalam sistem rem hidrolik. Dimana udara yang masuk ke sistem rem dapat menyebabkan tekanan hidrolik menjadi tidak maksimal. Akibatnya tuas rem terasa empuk atau dalam bengkel populer dengan istilah “masuk angin”.

    Tujuan utama bleeding adalah mengembalikan tekanan hidrolik agar rem bisa bekerja sebaik mungkin. Dengan sistem yang bebas udara, dorongan dari master rem akan langsung ke kaliper. Hal tersebut memastikan kampas dapat menjepit cakram secara optimal. Bleeding sendiri biasanya berlangsung dalam beberapa kondisi, seperti:

    • Tuas rem terasa lembek atau kosong.
    • Rem terasa kurang pakem meski kampas masih tebal
    • Setelah selesai mengganti minyak rem.
    • Setelah membongkar sistem rem termasuk master, selang, atau kaliper.
    • Sebagai perawatan rutin setiap beberapa bulan sekali. Idealnya, bleeding rem dilakukan setiap 1-2 tahun atau sesuai dengan kondisi pemakaian motor.

    Baca juga: Honda EV Outlier Concept Pamer Visi Motor Listrik Masa Depan di Japan Mobility Show

    Proses Bleeding Rem Motor

    Cara bleeding rem motor tentu membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kesalahan kecil, seperti kehabisan minyak rem di master, justru bisa membuat udara kembali masuk ke sistem. Supaya tidak salah melakukannya, berikut ini langkah-langkah umum dalam proses bleeding rem motor.

    • Pertama, siapkan alat dan bahan. Termasuk kunci ring untuk nepel kaliper, selang bening, botol penampung dan minyak rem sesuai spesifikasi motor.
    • Setelah itu, buka tutup master rem dan pastikan minyaknya dalam kondisi cukup.
    • Jika sudah, pasang selang bening pada nepel bleeding di kaliper rem. Sementara ujung satunya masukkan ke botol.
    • Pompa tuas rem beberapa kali, lalu tahan.
    • Saat tuas tertahan, buka nepel bleeding sedikit hingga minyak rem dan udara keluar melalui selang.
    • Tutup kembali nepel, lalu lepaskan tuas rem.
    • Ulangi proses tersebut sampai tidak ada gelembung udara yang keluar dan tuas rem terasa padat. Jangan lupa selalu cek level minyak rem di master agar tidak sampai habis.
    • Setelah selesai, kencangkan nepel dan pasang kembali semua komponen dengan benar.

    Waktu Bleeding yang Relatif Lama

    Perlu menjadi catatan bahwa proses bleeding rem motor memang bisa memakan waktu cukup lama. Apalagi jika harus membongkar sistem rem secara menyeluruh. Bleeding yang lama ini biasa terjadi apabila perlu membuka master, selang, hingga kaliper rem. Hal itu mengingat proses menurunkan minyak dari master ke kaliper berjalan secara perlahan seiring dorongan piston. Tekanan yang mereka hasilkan tidak langsung besar. Alhasil minyak rem membutuhkan waktu untuk mengisi seluruh jalur hidrolik.

    Pages: 1 2 3 4
    Mungkin Suka Ini juga:
    Lampu Laser Mobil, Teknologi Pencahayaan Canggih dengan Jarak Sorot Lebih Jauh dan Efisiensi Tinggi

    Lampu Laser Mobil, Teknologi Pencahayaan Canggih dengan Jarak Sorot Lebih Jauh dan Efisiensi Tinggi

    Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Listrik Pertama Suzuki Siap Sambut Era Mobilitas Ramah Lingkungan

    Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Listrik Pertama Suzuki Siap Sambut Era Mobilitas Ramah Lingkungan

    Changan Deepal S07, SUV Listrik Premium dengan Jarak Tempuh 560 Km dan Berteknologi Canggih

    Changan Deepal S07, SUV Listrik Premium dengan Jarak Tempuh 560 Km dan Berteknologi Canggih

      Ikuti kami di Facebook