
“Kalau begini terus susah. Jumlah panen bertambah, tapi pabrik-pabrik di Bangka Tengah tak bisa menampung dan itu bisa membuat hasil panen tak bisa digunakan dan para petani sawit yang ada di Bangka Tengah bisa merugi,” ungkapnya.
Algafry juga meminta, agar perusahaan yang ditutup akibat kasus dugaan korupsi tata niaga timah atau milik Thamrin alias Aon bisa dibuka kembali dengan tanpa menghilangkan proses hukum yang berlangsung demi kelangsungan hidup masyarakat Bangka Tengah.