
Bahkan untuk ekspor maupun industri, buah ini sangat mendukung. Sebagian besar petani buah mengekspor ke luar negeri dengan harga tinggi. Sedangkan bagi pebisnis UMKM, nanas madu diolah menjadi berbagai makanan dan minuman.
Banyak orang memutuskan budidaya nanas madu karena memiliki nilai jual tinggi. Prospek pasar menjanjikan karena permintaan selalu konsisten, pastinya perawatan relatif mudah. Berikut merupakan potensi keuntungan yang ditawarkan lewat budidaya buah kaya manfaat satu ini.
Hampir semua petani buah nanas menunjukkan pendapatan bersih rata-rata mencapai Rp38-47 juta per hektar setiap tahunnya. Bayangkan jika lahan yang ditanam sampai puluhan hektar, apakah bisa dibayangkan seberapa besar untungnya?
Nanas madu mempunyai harga tinggi daripada jenis biasa. Khususnya Grade A. Bisa dibayangkan seberapa untungnya jika para petani lebih banyak menanam golongan A daripada B dan sebagainya. Tak heran banyak orang memilih membudidayakannya.
Jika dirata-rata, petani buah bisa hasilkan produksi mencapai kurang lebih 34.000 buah per hektar dan setiap tahun. Bagi petani skala besar, bisa bayangkan seberapa besar keuntungan yang mereka dapatkan setiap tahunnya dari budidaya nanas madu?
Berikut merupakan teknik budidaya yang bisa kalian ketahui sebelum memutuskan membudidayakannya.
Selalu waspadai hama kutu putih, tungau, dan busuk akar. Jangan lupa melakukan penyulaman (mengganti bibit mati). Bisa juga menambahkan pestisida nabati apabila diperlukan.
Nanas madu bisa dipanen jika sudah berumur 11-24 bulan, tergantung jenis bibit. Umumnya tanda siap panen jika warna buah kuning keemasan, mata lebih rata dan melebar, hingga aroma khas mulai tercium.
Baca juga: Pokdakan Tuah Bersatu Kembali Latihan Budidaya Perikanan PT Timah