
Bank Sampah Lanjut Berseri yang berada di Dusun I Desa Sawang Laut ini baru berdiri kurang dari satu tahun. Meski masih dikelola oleh lima orang pengurus dan belum memiliki fasilitas pengolahan modern, semangat membangun kesadaran lingkungan terus digelorakan.
Menurut Dedi, perubahan perilaku mulai terlihat tidak hanya pada siswa, tetapi juga masyarakat sekitar. Warga kini mulai terbiasa memilah sampah dari rumah sebelum disetorkan ke bank sampah.
“Yang paling penting bukan jumlah sampah yang terkumpul, tetapi perubahan pola pikir masyarakat. Sekarang warga mulai memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan tidak boleh dibuang sembarangan,” katanya.
Saat ini sampah yang terkumpul masih dijual kepada pengepul karena keterbatasan alat pengolahan. Namun keberadaan bank sampah telah menjadi titik awal lahirnya budaya baru di tengah masyarakat pesisir.
Program ini juga mendapat dukungan dari PT Timah yang memberikan pembinaan serta membantu penyediaan sarana awal bagi kelompok bank sampah.