
“Siapin dulu tempat dan pengelola, terus modal untuk untuk benur dan bikin bioflognya. Kalo gak ada coba tanya dinas, siapa tau ada perbantuan dan saya siap mendapingi,” lanjur Yasir.
Ia mengatakan dinas pertanian membantunya dalam menjalan usaha ini untuk tahap awal. Meskipun begitu, usahanya tidak berjalan mulus.
“Pertama saya cuma ada 2 kolam dibantu dinas. Terus di sklus pertama saya gagal. Tapi saya terus belajar dan akhirnya berhasil,” tuturnya.