
“Kita butuh SDM yang berkualitas dan berkuantitas. Fasilitas kantor yang memadai, sistem jaringan yang terhubung satu dengan yang lain. Saya harap staf saya bisa langsung dapat pelatihan dari Sragen. Entah kita yang kesana atau datangkan mereka kesini,” jelasnya.
“Kita juga patut bangga harusnya karena cuma Bangka Tengah adalah kabupaten pertama di Bangka Belitung yang punya pelayanan terpadu untuk sosial masyarakat. Maka dari itu kita akan terus kembangkan SiLakso agar bisa merangkul semuanya yang benar-benar membutuhkan bantuan kita bersama,” tambahnya.
Diketahui, SiLakso sudah memproses 4.975 pengajuan bantuan dari bidang kesehatan, alat kesehatan, rumah, biaya hidup sampai pendidikan. SiLakso sendiri sekarang punya 6 Back Office yang selalu berkoordinir.
Ia berharap kedepannya, SiLakso punya web sendiri yang terhubung kesemua OPD dan punya staf sendiri untuk survey secara langsung agar dengan cepat memberikan bantuan kepada masyarakat.