
“Kita SDM saja masih kurang, anggaran di kita gak ada. Kita ini cuma pelayan terpadunya saja untuk masyarakat untuk memfilter data pemohon agar tepat sasaran,” tutur Oki.
Ia juga mengungkapkan, jika memang ingin sama persis seperti yang di Sragen harus punya bidang-bidang sendiri dan kuantitas SDM yang bisa mengurusnya.
“Saya ini kabid di Dinsos yang menaungi 8 program termasuk SiLakso. Kalau saya fokus ke Lakso saja yang lain gimana. Kalau mau sama kayak Sragen ya Lakso harus ada anggaran sendiri, SDM sendiri supaya fokus. Ini masalah hajat orang banyak. Harus punya keihklasan yang tinggi untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.
Oki menjelaskan, kendala utama sekarang dalam membangun SiLakso agar lebih terpadu ada di fasilitas kantor, SDM dan wawasan staf SiLakso sendiri.