
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kenaikan harga Pertamax mulai mengubah kebiasaan masyarakat di Bangka Tengah. Jika sebelumnya banyak pengendara memilih BBM nonsubsidi demi performa kendaraan, kini sebagian mulai beralih ke Pertalite yang lebih terjangkau.
Dampaknya terlihat di sejumlah SPBU di kawasan Koba, terutama SPBU Nibung dan Berok, yang mengalami lonjakan antrean kendaraan pada jalur pengisian Pertalite.
Perbedaan harga yang cukup lebar menjadi alasan utama. Saat harga Pertamax mencapai Rp16.650 per liter, Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter. Selisih Rp6.650 per liter dinilai cukup besar bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan pribadi.
Rian (29), warga Koba, mengaku kini terpaksa meninggalkan Pertamax yang selama ini menjadi pilihannya.
“Dulu saya selalu isi Pertamax. Tapi sekarang harus hitung-hitungan lagi. Dengan kondisi sekarang, saya memilih Pertalite supaya pengeluaran bulanan tidak terlalu berat,” ujarnya saat mengantre di SPBU Nibung.