Antisipasi Perempuan dalam Budaya Patriarki

    Pandangan budaya patriarki ditinjau dari beberapa perspektif yaitu; pertama, dari sudut pandang Islam. Islam menganggap laki-laki maupun perempuan memiliki kedudukan yang seimbang, hak dan kewajiban sesuai dengan porsinya. Akan tetapi masih banyak yang mempersoalkan dan bahkan berasumsi bahwa patriarki itu adalah bagian dari budaya Islam itu sendiri. Jika kita melihat dalam QS. An-Naml ayat 23 yang menjelaskan tentang seorang perempuan bernama Balqis yang dikenal bisa memimpin Kaum Saba.

    Sejalan dengan hal di atas melalui persepektif HAM, yakni bersifat universal artinya semua orang berhak atas perlindungan hak asasi dan kebebasannya dalam pemenuhan pada setiap hak yang setara untuk semua orang dan bebas dari diskriminasi. Secara konstitusional dalam Undang-undang Dasar 1945, pasal 27 dinyatakan bahwa tidak terdapat pembedaan  ( diskriminasi) antara laki-laki dan perempuan, setiap  warga Negara laki-laki dan perempuan  memiliki kedudukan  yang sama di depan hukum dan pemerintahan, berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

    Akan tetapi, permasalahan yang terjadi pada perempuan juga tidak dapat di pungkiri bahwa aktualisasi diri perempuan di Indonesia itu sensiri masih terpasung oleh stigma negatif yang sudah turun- temurun dari orang tua, sehingga dalam membesarkan anaknya tetap terjebak dengan budaya petriarki. Contohnya seperti anggapan bahwa perempuan tidak boleh mengenyam pendidikan tinggi dibandingkan laki-laki, perempuan hanya memiliki peran domestik yakni melayani suami, mengurus anak dan mengurusi dapur. Berbicara tentang peran, tentu bisa dikerjakan bersama baik oleh perempuan maupun laki-laki. Sedangkan kodrat seorang perempuan ialah mengandung di dalam rahim yang ia miliki, melahirkan, dan menyusui, serta menstruasi.

    Untuk itu raungan tentang kesetaraan gender guna memenuhi dan melindungi hak-hak perempuan harus di perjuangkan dan stigma negatif tentang tugas/peran perempuan harus dihilangkan, karena banyaknya pelanggaran pada hak dan kesenjangan yang dialami perempuan terlalu banyak merugikan kaum perempuan itu sendiri, ditambah maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan adalah salah satu contoh juga terkait dengan patriarki sebaga budaya yang mengedepankan kekuatan pada laki-laki.

    Pages: 1 2 3
    Tagged with:
    Dona SafiraUBB
      Ikuti kami di Facebook