
“Saat ini BBM solar lebih dominan dibutuhkan, karena banyak digunakan oleh teman-teman dari pertanian, perikanan (nelayan), dan pelaku UMKM untuk menjalankan mesin-mesin produksi mereka,” jelasnya.
Disampaikan Algafry bahwa saat ini ada salah satu dealer Pertamina di Namang, yang awalnya menyalurkan BBM bersubsidi tetapi sudah dihentikan karena ada beberapa permasalahan.
“Tadi sudah kita sarankan kepada pihak BPH Migas agar bisa kembali disalurkan, tetapi tentunya dengan syarat yang harus penuhi,” tegasnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa kuota BBM bersubsidi di Bangka Tengah ini selalu kurang.