Alasan Perut, Penambang di Merbuk, Kenari dan Punguk Gunakan Tagline “Batu Bara”

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Panambang timah di seputaran Merbuk, Kenari dan Punguk menggunakan tagline “Batu Bara” (Barang Tuhan Bagi Rata) dalam memuluskan aksinya.

    Bahkan terlihat spanduk bertuliskan masyarakat sedang susah dan menampilkan foto pembagian bantuan sosial ke masyarakat sekitar.

    Parahnya, spanduk itu dipasang bersebelahan dengan spanduk himbauan yang dipasang oleh tim gabungan beberapa waktu lalu agar tidak ada aktivitas pertambangan lagi.

    Salah satu warga sekitar Okta (29) mengaku resah dengan aktivitas tambang tersebut yang selalu mengatasnamakan urusan perut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Ya kalau gitu masyarakat boleh mencuri dong. Kalau ditangkap polisi bilang aja masalah perut. Orang tengah saro (susah). Jangan menormalisasi kejahatan,” ungkapnya kepada intrik.id.

    Okta mengungkapkan, dirinya sebagai warga yang terdampak tidak bermasalah orang mau melakukan tambang di sana. Namun, aktivitas tersebut haruslah legal dan tidak melanggar hukum serta bisa jadi pembangunan besar untuk Bangka Tengah jika itu legal.

    “Pembangunan sebenarnya adalah pajak daerah yang dibayar oleh pihak terkait secara legal dan dibangunkan infrastruktur dengan baik serta CSR yang langsung turun ke masyarakat agar ekonomi berjalan dengan seharusnya dan sesua aturan negara. Bukan kita normalisasi kejahatan berkedok sosial, ” ungkapnya.

    Okta mengungkapkan, adanya tambang ilegal itu akan menjadi xikal bakal korupsi yang lebih besar.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Ini baru saja korupsi komoditas timah diumumkan 300 triliun. Ini bisa jadi lebih besar lagi. Kita tunggu tindakan tegasnya. Kan sudah viral dan katanya kalau masih membandel akan ditindak tegas,” tutupnya.

    Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah AKBP. Dwi Budi Murtiono masih belum melakukan tindakan meskipun sudah melakukan beberapa kali himbauan.

    “Makasih infonya, ” ujarnya singkat.

    Padahal sebelumnya, Kompol Dewi beberapa waktu lalu mengatakan akan menindak para penambang jika penambang ilegal ini masih beraktivitas. Bahkan hal itu disaksikan oleh DLH, Satpol PP, TNI bahkan PM.

    “Kalau diperlukan kita tindak tegas para penambang liar ini nantinya, ” ungkapnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Sembilan Nelayan KM Kharisma Selamat Setelah Terapung Berjam-jam di Perairan Rebo

    Sembilan Nelayan KM Kharisma Selamat Setelah Terapung Berjam-jam di Perairan Rebo

    Selingkuh, Istri Lapokan Oknum Anggota Polsek Lubuk Besar ke Polda Babel

    Selingkuh, Istri Lapokan Oknum Anggota Polsek Lubuk Besar ke Polda Babel

    Penambang Timah 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolong Tambang Belitung

    Penambang Timah 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolong Tambang Belitung

    Supir Tembak Jadi Pemicu Kemarahan Warga Perlang, PT PSM Didemo

    Supir Tembak Jadi Pemicu Kemarahan Warga Perlang, PT PSM Didemo

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air