
Turnamen yang diselenggarakan dua hari itu diikuti oleh 32 tim dimana masing-masing tim terdapat 5 orang yang merupakan pemilih pemula.
“Sebelum turnamen dimulai, para peserta menerima arahan berupa sosialisasi tahapan pemilu, pentingnya memilih, ruginya golput, dan apa-apa saja yang dipilih,” kata Duddy.
Ia mengatakan dengan adanya turnamen ini, para generasi muda lebih tertarik untuk datang dan bisa menerima sosialisasi terkait pemilu.