
Apabila ingin berkunjung, disarankan untuk berkunjung pada musim kemarau antara Juni-Agustus agar dapat menyaksikan gerombolan satwa menuju padang savana. Terdapat banyak spot menarik untuk berbagai macam keperluan seperti foto pre-wedding, TVC, filmografi bahkan dokumenter flora dan fauna asli kawasan ini.
Padang rumput kering dengan luas kurang lebih sepuluh ribu hektar dan menjadi tempat singgah para hewan seperti banteng, rusa, kijang bahkan macan tutul. Apabila beruntung, pengunjung dapat melihat merak yang mengepakkan ekornya. Sejatinya savana ini apabila musim hujan akan berubah menjadi hamparan padang rumput yang luas dan subur.
Di lokasi ini pengunjung dapat melihat Gunung Baluran dan terdapat spot foto berupa kumpulan kepala banteng yang diletakkan diatas kayu, sehingga pengunjung dapat merasakan suasana berbeda seperti berada di luar negeri.
Daya tarik lain yang terdapat pada Taman Nasional ini adalah wilayah pantainya. Selain memiliki berbagai macam jenis hutan, ternyata keunikan lain datang dari Pantai bama. Pasir putih, air yang jernih serta berdekatan dengan hutan bakau yang cukup luas dapat menjadi alternatif lain bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai di tengah savana.
Namun, pengunjung harus waspada kerena di Pantai Bama banyak sekali kera yang berkeliaran dan mengincar barang bawaan pengunjung. Selain itu, terdapat pantai lain yang letaknya tidak jauh dari Pantai Bama yakni Pantai Kajang. Letaknya cukup terpencil dan terletak pada garis pantai yang lebih jauh, namun suasana yang ditawarkan tidak kalah asik dari pantai Bama.
Hutan ini berada di pintu masuk Taman Nasional Baluran, hutan evergreen adalah awal dari petualangan di kawasan taman nasional karena pada saat memasuki kawasan hutan, pengunjung akan disambut dengan berbagai macam hewan liar yang masih bebas berlalu lalang seperti merak, tapir, kijang, monyet dan lain sebagainya.
Hutan ini dialiri sungai sehingga tanahnya basah dan hutan menjadi subur, hal ini yang mendasari penamaan “evergreen”. Saat memasuki hutan, kita akan merasa seperti berada diantara lorong hijau. Dengan pemandangan hewan liar di kanan-kiri tentunya.
Bagi pecinta kegiatan ekstrem, panjat tebing dapat menjadi opsi untuk menyalurkan hobi. Curah Tangis adalah pilihan yang tepat untuk dikunjungi, dengan kemiringan sekitar delapan puluh lima persen dan ketinggian 10-30 meter akan memberikan sensasi yang berbeda pada wisata ini. Tentu saja dengan memperhatikan protokol keselamatan yang disediakan oleh pihak pengelola.
Taman Nasional ini secara administratif termasuk dalam dua wilayah Kabupaten, yakni Situbondo dan Situbondo Jawa Timur. Detailnya, letak dari kawasan ini berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih. Sehingga akses untuk menuju kawasan ini hanya perlu mengikuti rute jalur Situbondo – Situbondo.